Jumat, 02 Januari 2009

KADERISASI KATEKIS MUDA PAROKI

TERM OF REFERENCE Kaderisasi Katekis Muda Paroki Seluruh Keuskupan Agung Semarang

A. Abstraksi

Keuskupan Agung Semarang mencanangkan tahun 2009 sebagai tahun kaum muda. Hal ini sesuai dengan Agenda Kerja Umat Allah Keuskupan Agung Semarang sebagai wujud pelaksanaan ARDAS KAS 2006-2010 (lih. Nota Pastoral Tentang ARDAS KAS tahun 2005 hal. 56). Konsekwensinya adalah banyak kegiatan diupayakan untuk mengembangkan dan memberdayakan kaum muda, dari kegiatan yang bersifat pengembangan karakter, pendidikan politik, sosial ekonomi hingga yang bersifat rohani.
Komisi Kateketik, sebagai salah satu komisi di Dewan Karya Pastoral Keuskupan Agung Semarang (DKP-KAS), terlibat dan berperan aktif untuk mensukseskan agenda kerja tersebut dengan membuat kegiatan yang menyapa langsung kaum muda. Kegiatan tersebut adalah Kaderisasi Katekis Muda Paroki di seluruh KAS.
Kegiatan ini menjadi sarana atau media yang strategis untuk mendekatkan kaum muda dengan karya pewartaan Gereja, secara khusus di bidang pengajaran iman. Selama ini, banyak kaum muda kurang tertarik dalam karya pewartaan, khususnya persiapan sakramen Inisiasi (Baptis, penguatan, dan Komuni Pertama). Alasan yang paling mengemuka, yaitu karya ini lebih banyak ditangani oleh kaum tua sehingga kaum muda merasa kurang dilibatkan, diberdayakan dan didampingi untuk berperan serta di dalamnya. Mereka merasa tidak mampu bersaing dengan kaum tua, yang dianggap berwibawa, sudah mapan hidupnya, mempunyai segudang pengalaman, mempunyai banyak waktu, dan sebagainya.
Komisi Kateketik KAS bekerjasama dengan para dosen dari Fakultas Teologi Weda Bhakti (FTW) dan Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta akan melaksanakan pendampingan intensif demi terwujudnya pioner rasul-rasul muda yang militan. Di sini, kaum muda diberi kesempatan mengembangkan potensinya untuk membantu karya pewartaan, khususnya dalam mempersiapkan sakramen Inisiasi agar lebih optimal, kreatif, inovatif, dan bermutu.

B. Gambaran Umum dan Bentuk Kegiatan

Kaderisasi ini merupakan usaha rekrutmen dan pendampingan yang berkesinambungan bagi kaum muda untuk mau terlibat dalam karya pewartaan paroki, khususnya menjadi katekis yang mempersiapkan sakramen Inisiasi. Kaderisasi ini akan berlangsung selama 4 (empat) tahun, dari tahun 2009 sampai tahun 2012.
Kegiatan ini terbagi dalam tiga tahap, yaitu
  1. Tahun 2009 : Tahap pertama, menumbuhkembangkan motivasi dan spiritualitas agar kaum muda tertarik untuk melibatkan diri dalam karya pewartaan. Materi: tantangan dan kebutuhan karya pewartaan dewasa ini, menggali motivasi dan spiritualitas bersama dengan semangat Santo Paulus, dan peta karya pewartaan paroki.
  2. Tahun 2010 : Tahap kedua, memberikan materi pengetahuan yang berkaitan dengan sakramen Inisiasi, melalui pendekatan informatif dan active experience. Materi: Kitab Suci, Kristologi, Eklesiologi, dan Katekese Inisiasi.
  3. Tahun 2011 : Lanjutan tahap kedua (tahun 2010). Materi: Sakramen Baptis, Sakramen Ekaristi, Sakramen Penguatan, dan Liturgi
  4. Tahun 2012 : Tahap ketiga, memahami metodologi berkatekese serta diadakan pelatihan melalui simulasi dan praktek lapangan.
Seluruh kegiatan dilaksanakan untuk tingkat kevikepan, dalam bentuk week end.

c. Waktu dan Tempat Pelaksanaan di Tahun 2009

Materi I : Motivasi dan Spiritualitas Katekis
Gelombang I
  • Sabtu-Minggu, 2-3 Mei 2009 Kevikepan Surakarta di PSM (Pastoran Sanjaya Muntilan)
  • Sabtu-Minggu, 9-10 Mei 2009 Kevikepan Kedu di PSM
  • Sabtu-Minggu, 16-17 Mei 2009 Kevikepan DIY di PSM
  • Sabtu-Minggu, 23-24 Mei 2009 Kevikepan Semarang di Wisma Nasaret
Gelombang II
  • Sabtu-Minggu, 30-31 Mei Kevikepan DIY di PSM
  • Sabtu-Minggu, 6-7 Juni Kevikepan Surakarta di PSM
  • Sabtu-Minggu, 20-21 Juni Kevikepan Semarang di Wisma Nasaret

Materi II : Peta Karya Pewartaan Paroki
Gelombang I
  • Sabtu-Minggu, 1-2 Agustus Kevikepan Kedu di PSM
  • Sabtu-Minggu, 22-23 Agustus Kevikepan Surakarta di PSM
  • Sabtu-Minggu, 29-30 Agustus Kevikepan DIY di PSM
  • Sabtu-Minggu, 5-6 September Kevikepan Semarang di Wisma Nasaret
Gelombang II
  • Sabtu-Minggu, 12-13 September Kevikepan DIY di PSM
  • Sabtu-Minggu, 3-4 Oktober Kevikepan Surakarta di PSM
  • Sabtu-Minggu, 10-11 Oktober Kevikepan Semarang di Wisma Nasaret

Jadwal pelaksanaan untuk tahun-tahun berikutnya akan ditentukan kemudian.
Alamat Tempat Pelaksanaan

Pastoran Sanjaya Muntilan (PSM)
Jl. Sanjaya No. 27, Jagalan RT 04 RW 06
Muntilan 56411.
Telp (0293) 585891, Fax. (0293) 586278
Email: p_sanjaya@telkom.net

Panti Samadi Nasaret – Semarang
Jl. Dr. Wahidin 110-G,
Semarang 50234
Telp (024) 8315361

d. Sasaran dan Kriteria Peserta

Kegiatan ini ditujukan untuk seluruh kaum muda paroki di KAS, baik yang aktif di tingkat paroki, stasi, lingkungan, maupun kelompok kategorial.
Agar kegiatan ini tepat sasaran, yaitu memberi kesempatan kaum muda untuk mengembangkan potensi guna membantu karya pewartaan, khususnya dalam mempersiapkan sakramen Inisiasi agar lebih optimal, kreatif, inovatif, dan bermutu, maka paroki hendaknya mengutus peserta yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
  • Usia 18 – 35 tahun (belum atau sudah menikah).
  • Aktif di kegiatan paroki, stasi, lingkungan, dan kelompok kategorial.
  • Mempunyai kepedulian pada karya pewartaan.
  • Sudah menerima Sakramen Baptis dan Penguatan.
  • Tidak mempunyai latar belakang pendidikan teologi, kateketik, dan pastoral.
e. Pendaftaran dan Kontak Person
  • Untuk mempermudah koordinasi, setiap peserta diharapkan mendaftarkan diri kepada Ketua Bidang Pewartaan Paroki masing-masing.
  • Ketua Bidang Pewartaan Paroki mendaftarkan seluruh peserta berdasarkan jadwal yang disediakan, sesuai dengan kevikepannya, kepada ketua Komisi Kateketik Kevikepan. Nomor telpon yang dapat dihubungi, yaitu:
D. Nursih Martadi
Ketua Komkat Kevikepan Semarang
HP. 081325626764 A. Agus Setiawan
Koordinator Komkat Kevikepan Surakarta Telp Kantor 0271 495827, HP. 08122649916

Th. Edi Pramono
Anggota KomkatKevikepan Kedu
Telp Rumah 0293 325245
HP. 081 578 133 689

Y. Setiyanto
Ketua Komkat Kevikepan Yogyakarta
HP. 081328706910

A. Agus Setiawan
Ketua Komkat Kevikepan Surakarta
HP. 08122649916
  • Masing-masing peserta akan menerima subsidi akomodasi sebesar Rp 30.000,00 (biaya akomodasi menyesuaikan dengan tempat yang digunakan).
  • Setiap paroki diharapkan menanggung biaya transportasi, akomodasi, dan pembelian buku yang berguna untuk mendukung proses kaderisasi.
  • Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Komisi Kateketik KAS
Pastoran Sanjaya Muntilan (PSM)
Jl. Sanjaya No. 27, Jagalan RT 04 RW 06, Muntilan 56411.
Telp (0293) 585552, Fax. (0293) 586278
Email: katekis@yahoo.com
Blog: http://katekis.blogspot.com/

f. Penutup

Kami berharap bahwa kegiatan ini menjadi perlu dan penting bagi paroki demi kelangsungan pengembangan karya pewartaan paroki dewasa ini. Semoga kegiatan ini dapat menggugah panggilan kaum muda agar mau terlibat dalam karya pewartaan, sehingga mereka dapat menjadi rasul yang militan bagi teman-temannya sendiri dan orang-orang di parokinya.

Komkat KAS

5 komentar:

juangkarl mengatakan...

salam damai kristus....
ini blog apa hanya bertujuan untuk mengisi pengumuman? bagus kalau dikelola, dapat menjadi sarana kontak untuk kaum muda yang senang ngeblog. pencerahan melalui dunia blog akan mengena juga. sayang sarana ini tidak dimanfaatkan dengan lebioh baik.
salam kenal dari saya, yuventius karl M.

Pengagum Yesus mengatakan...

Katekis………….Don’t Worry

Kata “Katekis” sering kita jumpai, dengar bahkan kita ucapkan entah di rumah, gereja, Lingkungan samapi dalam institusi pendidikan. Namun tidak semua orang yang mendengar kata ketikis pernah berpikir dan merenungkan kata itu sebagai tawaran dan anugerah dari Allah. Dalam kehidupan zaman sekarang ini, orang semakin bersaing dan berlomba-lomba untuk mencapai kebahagiaan dan masa depan yang lebih baik. Untuk mencapai itu sering kali orang memilih pekerjaan yang mendatangkan materi dan status serta jabatan yang baik dalam masyarakat. Namun di tengah bujukan dan tawaran yang indah itu, to masih ada juga segelintir orang yang memilih panggilan hidupnya sebagai katekis. Memang panggilan dan pilihan ini sungguh-sungguh murni dan tulus karena di dasarkan pada panggilan dari Allah sendiri.
Gereja senantiasa bergerak seirama dengan kemajuan dan perkembangan zaman. Pergerakan penyebaran gereja ini bermula dari suatu komunitas (Katekis) kecil yang terbentuk di Yerusalem. Karena Gereja sungguh yakin kehadiran dan keberadaan serta tugasnya di tengah dunia maka Gereja berusha memberikan peran dan kesempatan kepada seluruh anggota gereja untuk melayani dirinya sendiri. Keyakinan untuk memberikan peran dan kesempatan yang besar terhadap anggota gereja ini diakibatkan oleh arus globalisasi di berbagai bidang kehidupan. Salah satu peran yang diberikan bagi anggota gereja adalah pemberdayaan pemberdayaan dan peningkatan kualitas katekis. Perberdayaan katekis ini dimaksudkan agar lewat karya dan pelayanannya umat beriman Kristiani dapat mengembangkan berbagai bidang kehidupannya menuju kepada kemandirian.
Selain di antara kaum awam yang menjadi Penginjil para Katekis menduduki tempat yang terhormat. Barisan yang pantas dipuji, yang berjasa besar bagi karya pewartaan Gereja di antara bangsa/umat yakni barisan katekis baik pria maupun wanita yang dijiwai semangat merasul, dengan banyak jerih payah member bantuan yang istimewa dan sungguh-sungguh perlu bagi perluasan dan kekuatan iman umat. Tidak bisa dipungkiri bahwa Gereja Katolik yang ada sekarang juga adalah bagian dari usaha dan kerja keras Katekis.

Pengagum Yesus mengatakan...

Katekis………….Don’t Worry

Oleh : Ofny Maapi: Mahasiswa STK St.Yakobus Merauke

Kata “Katekis” sering kita jumpai, dengar bahkan kita ucapkan entah di rumah, gereja, Lingkungan samapi dalam institusi pendidikan. Namun tidak semua orang yang mendengar kata ketikis pernah berpikir dan merenungkan kata itu sebagai tawaran dan anugerah dari Allah. Dalam kehidupan zaman sekarang ini, orang semakin bersaing dan berlomba-lomba untuk mencapai kebahagiaan dan masa depan yang lebih baik. Untuk mencapai itu sering kali orang memilih pekerjaan yang mendatangkan materi dan status serta jabatan yang baik dalam masyarakat. Namun di tengah bujukan dan tawaran yang indah itu, to masih ada juga segelintir orang yang memilih panggilan hidupnya sebagai katekis. Memang panggilan dan pilihan ini sungguh-sungguh murni dan tulus karena di dasarkan pada panggilan dari Allah sendiri.
Gereja senantiasa bergerak seirama dengan kemajuan dan perkembangan zaman. Pergerakan penyebaran gereja ini bermula dari suatu komunitas (Katekis) kecil yang terbentuk di Yerusalem. Karena Gereja sungguh yakin kehadiran dan keberadaan serta tugasnya di tengah dunia maka Gereja berusha memberikan peran dan kesempatan kepada seluruh anggota gereja untuk melayani dirinya sendiri. Keyakinan untuk memberikan peran dan kesempatan yang besar terhadap anggota gereja ini diakibatkan oleh arus globalisasi di berbagai bidang kehidupan. Salah satu peran yang diberikan bagi anggota gereja adalah pemberdayaan pemberdayaan dan peningkatan kualitas katekis. Perberdayaan katekis ini dimaksudkan agar lewat karya dan pelayanannya umat beriman Kristiani dapat mengembangkan berbagai bidang kehidupannya menuju kepada kemandirian.
Selain di antara kaum awam yang menjadi Penginjil para Katekis menduduki tempat yang terhormat. Barisan yang pantas dipuji, yang berjasa besar bagi karya pewartaan Gereja di antara bangsa/umat yakni barisan katekis baik pria maupun wanita yang dijiwai semangat merasul, dengan banyak jerih payah member bantuan yang istimewa dan sungguh-sungguh perlu bagi perluasan dan kekuatan iman umat. Tidak bisa dipungkiri bahwa Gereja Katolik yang ada sekarang juga adalah bagian dari usaha dan kerja keras Katekis.

Salam Kenal dari Ujung Timur Indonesia.....tempat di mana Para Ketekis Muda pun berjuang mencari Identitas sebagai Pewarta Kerajaan Allah..........Anda tertarik?....segera kunjungi kami di Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke. Tepatnya di jalan Misi II Merauke.......Terimalah salam persaudaraan kami dari Bumi Animha......IZAKOD BEKAI IZAKOD KAI: SATU HATI SATU TUJUAN.

Anonim mengatakan...

betul banget

Anonim mengatakan...

setuju